Rindu itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh.
Bagai air yang selalu mengalir, hanya ia yang mengerti !
Lalu...
Biarkanlah angin menyapu pasir.
Bagai air yang selalu mengalir, hanya ia yang mengerti !
Lalu...
Biarkanlah angin menyapu pasir.
Membawanya terbang bertemu awan.
Bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi.
Lalu ia kehilangan cahaya surya.
Bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi.
Lalu ia kehilangan cahaya surya.
Berganti kelabu beku sampai kau menangis berteriak dan menghasilkan petir.
Dan ketika tangis terasa tak berarti, ia datang menghadiahkan mu.... Sebuah pelangi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar